Festival Layang-layang Lombok - Foto: Deta

Lombok Info – Dalam rangka melestarikan nilai-nilai seni, budaya, dan kreativitas masyarakat di Pulau Lombok, Festival Layang-layang pertama dan terbesar di Lombok yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemuda Hindu Lombok (APHL) di Pantai Pesisir Bangsal Tanjungkarang, pada Hari Minggu (7/8/2022).

Acara ini berhasil digelar dan diikuti lebih dari 80 peserta yang tergabung dari seluruh penjuru pulau Lombok.

Festival yang diselenggarakan dalam rangka meyambut dan memeriahkan Kemerdekaan Indonesia ini, sekaligus juga untuk mempromosikan pariwisata dan budaya kearifan lokal di Pulau Lombok.

I Made Yudi, ketua Panitia dari festival ini mengungkapkan bahwa latar belakang ia dan rekan-rekannya dengan astusias ingin menggelar kegiatan besar ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat melalui seni dan budaya sehingga masyarakat bisa mengenal, memahami, dan menghargai nilai budaya dihasilkan dalam bentuk layang-layang.

Sebagai festival pertama dan terbesar di Lombok, Yudi ingin mengajak seluruh peserta untuk menggali kreativitas dan inovasi dengan menggunakan layang-layang sebagai media penyampai pesan.

“Memperkenalkan seni dan budaya layang-layang di Lombok, karena ini festival pertama sehingga mengajak masyarakat Lombok untuk mengetahui bahwa festival ini memiliki pesan kebudayaan yang dapat terus dikembangkan secara turun temurun,” ungkap Yudi saat diwawancarai di lokasi acara.

Selain itu, menurutnya, melalui festival layang-layang ini, mengandung banyak sekali hal yang dapat menumbuhkan sisi kemanusiaan, seperti kerja sama dan kekompakkan peserta mulai dari membuat ide, merakit, sampai menerbangkannya di angkasa.

Terdapat puluhan layangan yang diterbangkan di pesisir pantai Tanjungkarang ini. Yudi juga menjelaskan bahwa setiap layangan tersebut dibedakan menjadi beberapa kategori lomba, antara lain Cilekok, Janggan Buntut, Janggan, Bebean, dan Kreasi.

“Kalau Cilekok itu berbentuk Burung Hantu, Janggan Buntut  berbentuk Bebek, Bebean berbentuk Ikan, dan Janggan berbentuk Naga,” jelas Yudi.

Para peserta yang menang dalam festival lomba, mendapatkan apresiasi dalam bentuk hadiah jutaan rupiah, piagam, dan piala.

Saat ditanya alasan penyelenggaraan festival layang-layang di tempat ini, Yudi menjelaskan alasan ia memilih Pesisir Bangsal Pantai Tanjungkarang adalah karena lokasinya yang strategis, luas, dan minim bangunan, sehingga cocok untuk menerbangkan layang-layang dalam ukuran besar dan jumlah banyak.

Dalam acara yang diselenggarakan pertama kali di Pulau Lombok ini, Yudi berharap festival ini akan terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya.

“Kami akan menyelenggarakan festival yang sama lagi tahun depan,” pungkasnya. **

Reporter: Detania Yuliani
Editor: Mustamar Natsir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here